KISAHASALUSUL.BLOGSPOT.COM

7 Kerajaan Islam di Jawa dan Sejarah Perkembangannya

Masuknya Islam ke Indonesia ternyata bukan hanya merubah kepercayaan dan pandangan masyarakat Jawa terhadap konsep ketuhanan yang mereka anut sebelumnya, melainkan juga merubah beragam hal lain termasuk dalam bidang politik. Perubahan di bidang politik yang dianut masyarakat Jawa setelah masuknya Islam dibuktikan dengan terbentuknya beberapa kerajaan Islam sejak abad ke 15, dengan Kesultanan Demak yang menjadi pelopornya. Berikut ini kami akan bahas beberapa kerajaan Islam di Jawa lainnya sebagai tambahan wawasan untuk kita semua.

Kerajaan Islam di Jawa

Kerajaan Islam di Jawa

1. Kesultanan Demak (1500 - 1550)

Kesultanan Demak adalah kerajaan Islam pertama dan terbesar di pesisir pantai utara Jawa. Kerajaan ini sebelumnya merupakan sebuah kadipaten dari kerajaan Majapahit. Setelah datang dan masuknya pengaruh Islam serta dimulainya masa keruntuhan Majapahit, kadipaten ini kemudian bermetamorfosis sebagai basis penyebaran Islam di Nusantara. Salah satu bukti peninggalan sejarah Islam di Indonesia dari kerajaan ini adalah Masjid Agung Demak. Masjid ini merupakan warisan peninggalan wali songo, para ulama penyebaran Islam di Jawa.

2. Kesultanan Banten (1524 - 1813)

Kerajaan Islam di Jawa yang selanjutnya berdiri di atas Tatar Pasundan. Kerajaan ini bernama Kesultanan Banten. Kerajaan ini berdiri setelah kerajaan Demak mempeluas kekuasaannya ke pesisir barat Jawa. Maulana Hasanuddin (putra Sunan Gunung Jati) merupakan orang yang sangat berperan dalam penaklukan tersebut. Karena pengaruh kedatangan Belanda, kerajaan ini kemudian hanya bertahan hingga tahun 1813.

3. Kesultanan Cirebon (1552 - 1677)

Pada abad ke-15 dan 16 Masehi, kesultanan Cirebon adalah kerajaan Islam yang sangat ternama di seluruh Asia. Dalam jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau pada masa silam, kesultanan ini menempati posisi yang sangat strategis. Selain menjadi jembatan dan tempat persinggahan para pedagang dan pelayar yang hendak berlayar ke Timur dan ke Barat, kerajaan Islam di Jawa yang satu ini juga menjadi pusat pertemuan kebudayaan dari bermacam-macam daerah.

4. Kesultanan Pajang (1568 - 1618)

Kerajaan Pajang adalah kerajaan Islam di Jawa Tengah yang menjadi kelanjutan dari Kerajaan Demak. Selepas kematian Sultan Trenggana, kerajaan Demak kemudian runtuh. Daerah-daerah kekuasannya melepaskan diri dan membangun kerajaannya sendiri, termasuk kesultanan Pajang ini. Sekarang, kita masih bisa menemukan bukti keberadaan kesultanan Pajang di masa silam. Reruntuhan dan pondasi keratonnya masih tersisa dan dapat kita lihat di kelurahan Pajang, Kota Surakarta.

Kerajaan Islam di Jawa

5. Kesultanan Mataram (1586 - 1755)

Kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam di Jawa yang berdiri pada akhir abad ke-15. Raja pertamanya adalah Sutawijaya, putra Ki Ageng Pemanahan. Pada masa keemasannya, Kerajaan Mataram pernah menyatukan tanah Jawa. Kerajaan yang berbasis pada pertanian ini juga pernah memerangi VOC di Batavia. Beberapa peninggalan yang masih dapat kita jumpai hingga kini antara lain adanya kampung Matraman di Jakarta, penggunaan hanacaraka dalam bahasa Sunda, sistem persawahan di Pantai Utara Jawa, politik feodal, dan beberapa batas wilayah administrasi yang hingga sekarang masih berlaku.

6. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat (1755-sekarang)

Selain 5 kerajaan di atas, ternyata masih ada 2 kerajaan Islam di Jawa yang hingga kini masih eksis. Kedua kerajaan tersebut adalah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan  Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kedua kerajaan ini merupakan pecahan dari kerajaan Mataram Islam yang bubar akibat perebutan kekuasaan. Melalui perjanjian Giyanti pada tanggal 13 Februari 1755, Mataram resmi dipecah menjadi 2 hingga kini.

Nah, demikianlah pemaparan kami mengenai kerajaan Islam di Jawa beserta sejarah singkatnya. Semoga dapat bermanfaat dan jika ada pertanyaan silakan ajukan melalui kolom komentar. Terima kasih.

0 Response to "7 Kerajaan Islam di Jawa dan Sejarah Perkembangannya"